Amiruddin Sijaya: Pentingnya Kolaborasi untuk Pilkada Aman dan Damai
|
Bawaslu Riau-Pekanbaru, Anggota Bawaslu Riau, Amiruddin Sijaya menjadi narasumber pada acara Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Se-Provinsi Riau dengan tema "Antisipasi dan Kewaspadaan Dini dalam Menyongsong Pilkada Damai Tahun 2024," yang diadakan di Hotel Resti Menara pada Kamis, 24/10/24.
Bawaslu Riau dan KPU Riau hadir sebagai Narasumber dalam acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Kasubdit IV Interkam Polda Riau, Korem 031/35, Sekretaris MUI Riau, Kasubdit Pembinaan Forkopimda, Kabag Kesbangpol Provinsi Riau, dan ketua FKDM dari 12 kabupaten/kota. Dalam acara tersebut, mereka menyampaikan materi yang bertujuan untuk mengajak semua pihak berkolaborasi dalam menjaga kerjasama antara instansi dan masyarakat mencegah potensi konflik serta menciptakan suasana aman selama Pemilihan, dan para peserta juga diharapkan memahami langkah-langkah strategis dan rekomendasi untuk menjaga keamanan serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan Pilkada 2024 yang damai dan berlangsung dengan lancar, aman, dan adil serta mencegah potensi konflik, dan peserta diharapkan memahami langkah-langkah strategis dan rekomendasi untuk menjaga keamanan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan Pilkada yang damai.
Pilkada damai adalah konsep yang menekankan pentingnya pelaksanaan Pemilihan Umum dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Tujuan utama dari Pilkada damai adalah untuk mencegah terjadinya konflik, kekerasan, dan tindakan anarkis selama proses pemilihan, sehingga setiap warga negara dapat menggunakan hak suaranya tanpa rasa takut.
Diharapkan hasil dari rakor ini dapat menjadi panduan bagi semua pihak dalam menghadapi Pilkada mendatang.
Beberapa aspek penting dari Pilkada damai meliputi pendidikan pemilih, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pilkada, dan cara menggunakan hak suara dengan bijak.
Selanjutnya bentuk keterlibatan masyarakat yaitu:
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi, baik sebagai pemilih maupun sebagai pengawas Pemilu;
- Kewaspadaan dini: Membentuk forum atau kelompok yang siap untuk mengidentifikasi dan menangani potensi konflik sebelum terjadi;
- Koordinasi Antar Lembaga: Memastikan adanya kerjasama antara berbagai lembaga, seperti kepolisian, penyelenggara Pemilu, dan organisasi masyarakat sipil untuk menjaga keamanan.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan Pilkada dapat berlangsung dengan lancar, dan hasilnya dapat diterima oleh semua pihak, sehingga mendukung stabilitas politik dan sosial. Ini akan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pelaksanaan demokrasi yang sehat dan bertanggungjawab.
Amiruddin Sijaya menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan adalah kunci untuk menciptakan suasana yang kondusif.
"Dengan upaya bersama, kita bisa mewujudkan Pilkada yang adil, aman, dan damai. Mari kita jaga kesatuan dan saling menghormati selama proses Pilkada ini demi Riau yang lebih baik," ujarnya.
Pernyataan ini menggambarkan komitmen semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung demokrasi yang sehat dan harmonis.
Penulis : Tim Pubdok
Editor: Huda