Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Riau Hadiri Talk Show FISIP Universitas Islam Riau: Menakar Kualitas Pemilu 2024, Merancang Masa Depan Pemilu 2029

foto

Pekanbaru, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau menghadiri kegiatan talk show yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Riau pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Pascasarjana Universitas Islam Riau tersebut mengangkat tema “Menakar Kualitas Pemilu 2024, Merancang Masa Depan Pemilu 2029.”

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Riau Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H), Amiruddin Sijaya,  hadir sebagai narasumber. Talk show diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dan peserta yang antusias mengikuti diskusi mengenai evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 serta tantangan dalam menyongsong Pemilu 2029.

Dalam pemaparannya, Amir menyampaikan bahwa kualitas Pemilu tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara Pemilu, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat serta keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menjaga proses demokrasi. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan Pemilu yang demokratis dan berintegritas.

“Partisipasi masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan kualitas demokrasi. Semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam proses demokrasi, maka semakin kuat pula legitimasi yang dihasilkan dari sebuah Pemilu,” ujarnya.

Selain itu, Amir juga menekankan pentingnya integritas penyelenggara Pemilu sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas. Ia menjelaskan bahwa penyelenggara Pemilu harus mampu menjaga profesionalisme, independensi, serta menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Amir secara khusus menyoroti peran kampus dan mahasiswa dalam pembangunan demokrasi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai ruang pembentukan karakter, pemikiran kritis, dan kesadaran politik generasi muda.

“Kampus dan mahasiswa memiliki peran besar dalam mengawal demokrasi. Mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang memberikan edukasi politik kepada masyarakat serta ikut mengawasi jalannya proses demokrasi,” ujarnya.

Amir juga menyampaikan bahwa legitimasi yang diberikan masyarakat melalui Pemilu harus terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas demokrasi di masa mendatang. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai tahapan Pemilu dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dinilai sangat diperlukan.

Menurut Amir, generasi muda harus didorong untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses politik dan demokrasi, baik melalui pendidikan politik, diskusi publik, maupun keterlibatan langsung dalam pengawasan partisipatif.

“Peran mahasiswa ke depan akan semakin dibutuhkan. Partisipasi aktif generasi muda dalam Pemilu dan Pilkada menjadi salah satu kunci untuk melahirkan demokrasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amir mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga demokrasi dan memastikan setiap proses Pemilu berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber dan Jurdil). Menurutnya, tanggung jawab menjaga demokrasi bukan hanya berada di tangan penyelenggara Pemilu semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga negara.

“Demokrasi yang kuat hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki kepedulian dan komitmen yang sama untuk menjaga integritas Pemilu,” ujarnya.

Di akhir sesi, Amir mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi politik di kalangan mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik, mulai dari pembentukan regulasi hingga kebijakan yang berpengaruh terhadap stabilitas sosial dan kebutuhan hidup masyarakat.

“Mahasiswa harus lebih peduli politik, karena hampir seluruh kebijakan yang memengaruhi kehidupan masyarakat lahir melalui proses politik. Oleh karena itu, pemahaman politik yang baik akan membantu generasi muda berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi,” tegasnya.

Melalui kegiatan talk show ini, diharapkan terbangun kesadaran yang lebih kuat di kalangan mahasiswa mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi, sekaligus menjadi momentum refleksi terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 sebagai pijakan menuju penyelenggaraan Pemilu 2029 yang lebih baik, berintegritas, dan partisipatif.

Penulis: Feri Susandra

Editor: Angga

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle