Bawaslu Riau Ngabuburit Pengawasan Bersama Komunitas Disabilitas
|
Bawaslu Riau, Pekanbaru _ Bulan Suci Ramadhan adalah bulan madrasah, bulan pembelajaran, untuk itu Bawaslu Riau melaksanakan Ngabuburit Pengawasan yang dikemas dalam Kegiatan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Disabilitas dalam bentuk Ngabuburit Pengawasan dengan Tema "Menjaga Hati di Bulan Suci, Memupuk Semangat Berdemokrasi". Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 di Aula Kantor Bawaslu Provinsi Riau.
Kegiatan ini mengundang peserta dari Eksternal yaitu dari 10 komunitas Disabilitas yang masing masing hadir 2 (dua) orang peserta. Pembicara pada kesempatan ini ialah Dr. Nurdin Abdul Halim, M.A dan Dr. Suwandi, S.Pd.i., M.Pd.
Ngabuburit Pengawasan ini dilaksanakan guna untuk meningkatkan 2 (dua) entitas yaitu entitas ramadhan dan entitas demokrasi. Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal ini menyampaikan bahwa "Ramadhan adalah bulan madrasah, bulan pembelajaran untuk itu kita harus menekankan dan membahas tentang manjaga hati dan demokrasi. Menjaga hati kita lakukan bukan hanya dibulan Suci Ramadhan tetapi disetiap waktu, sama halnya dengan memupuk semangat berdemokrasi juga harus kita lakukan setiap saat." Tegas Alnof.
Alnof juga menyampaikan bahwa kolerasi antara hati dan demokrasi ialah jika hati kita bersih InsyaAllah demokrasi akan bersih dan terjaga.
Hal ini senada dan di aminkan oleh narasumber selanjutnya yaitu Dr. Suwandi, S.Pd.i., M.Pd yang menyampaikan bahwa tahapan menjaga hati yang pertama ialah muhasabah (instrospeksi/evaluasi), dilanjutkan dengan muattabah (hukuman) dan terakhir muja'adah (mendekatkan diri pada Allah). Ketika manusia sudah sampai pada tahapan ini maka baru bisa tercapai hati yang bersih maka Demokrasi akan ikut bersih.
Pembicara lainnya Dr. Nurdin Abdul Halim, M.A dalam materinya menyampaikan bahwa Demokrasi bersifat terbuka dan adil. Untuk itu setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih serta menyampaikan aspirasi. Hal ini berlaku bagi semua rakyat tanpa membedakan ras, suku, agama dan komunitas-komunitas serta teman teman disabilitas.
Demokrasi yang terbuka dan berkeadilan ini diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan dalam berpolitik. Berpolitik adalah hak semua warga negara Indonesia dan hal ini dijamin dalam undang-undang.
Seluruh sahabat komunitas Disabilitas sangat antusias mengikuti acara ngabuburit pengawasan, hal ini terlihat dari kehadiran pada saat kegiatan.
Kegiatan ngabuburit pengawasan ini juga diikuti oleh seluruh keluarga besar Bawaslu Provinsi Riau yang terdiri dari Ketua, Anggota, Kepala Sekretariat, Kepala Bagian dan Staf dilingkungan Bawaslu Provinsi Riau serta Bawaslu Kota Pekanbaru yang hadir di Aula Bawaslu Riau.
Ditempat lain juga hadir seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota melalui zoom meeting dan juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Bawaslu Riau.
Penulis: Lastri
Editor: Huda