Disabilitas Memerlukan Akses Yang Memadai Pada Setiap Tahapan Pemilu
|
Pekanbaru- Bawaslu Provinsi Riau, Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas, Syurflayman menyampaikan bahwa perlu adanya akses yang memadai bagi penyandang disabilitas. Hal ini disampaikannya ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan Kepada Disabilitas (12/2) yang diadakan oleh Bawaslu Riau di Hotel Aryaduta Pekanbaru.
Menurut Syurflayman kesulitan bagi disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya adalah sulitnya akses dalam mencapai TPS serta tidak terakomodirnya kebutuhan penyandang disabilitas di TPS.
"Ada beragam jenis Penyandang disabilitas dengan beragam kebutuhan khusus yang seringkali tidak tersedia di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Tidak jarang terdapat beberapa TPS yang sulit diakses dan di jangkau oleh Pemilih disabilitas. " ujar Syurflayman
Kesulitan akses yang dimaksud adalah seperti jalan menuju TPS yang sulit dijangkau, serta kebutuhan logistik Pemilu bagi penyandang disabilitas yg tidak tersedia. Untuk itu mereka berharap kedepannya KPU membuat aturan bahwa pemandu bagi mereka untuk memberikan hak pilih di bilik suara sebaiknya berasal dari keluarga sendiri agar kerahasiaan suara Pemilih disabilitas dapat terjaga.
Selain itu, salah satu peserta penyandang tuna netra memberikan usulan agar KPU Riau dan/atau Bawaslu Riau membuat buku yg berisikan informasi tentang Pemilu atau Pemilihan Kepala Daerah dengan tulisan braille. Informasi dalam buku tersebut bisa berupa aturan, larangan, dan juga informasi tentang calon peserta Pemilu atau Pemilihan Kepala daerah dengan menggunakan huruf braille. Hal ini sangat memudahkan tuna rungu dan tuna netra untuk mendapatkan informasi seputar kepemiluan. "Sebaiknya pada hari pencoblosan, penyandang disabilitas didampingi oleh keluarga sehingga hak suara Pemilih lebih terjamin dan terhindar dari kecurangan dan terjaga kerahasiaanya" ujar salah satu peserta.
Bukan hanya buku, namun poster atau pamflet yg berisikan informasi seputar Pemilu juga hendaknya terdapat huruf braille.
Hal ini juga diamini oleh Nugroho Noto Susanto, Komisioner KPU Riau yang hadir sebagai narasumber.
"Kami juga sangat setuju bahwa Pemilih disabilitas di dampingi oleh keluarga sendiri. Karena keluarga adalah orang terdekat dan bisa lebih terpercaya, dan saya sangat berterimakasih atas saran dan masukan yang diberikan hari ini semoga dapat menjadi rekomendasi bagi KPU atau saya pribadi" kata Nugroho
Banyak peserta penyandang disabilitas juga banyak memberikan masukkan dan saran bagi KPU Riau dan Bawaslu Riau. Agar memudahkan mereka dalam menggunakan hak pilih pada pesta demokrasi nanti.
Penulis: Liza
Editor: lastri