Fritz: “Alumni SKPP Jadi Penegak Demokrasi.â€
|
Bawaslu Riau, Dumai – Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar Tahun 2021 di Provinsi Riau dilaksanakan di tiga titik pembelajaran yaitu di Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai. Pertama dilakukan di Kabupaten Kampar, Kedua di Kabupaten Siak, dan terakhir di Kota Dumai. Kegiatan SKPP di Kota Dumai diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Dumai sebanyak 50 orang dan 40 orang dari Kabupaten Bengkalis. Kegiatan dipusatkan di ballroom The Zuri Hotel Dumai. Kegiatan SKPP ketiga ini dibuka langsung oleh Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Bawaslu Riau Neil Antariksa.
Selanjutnya, Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar yang menyempatkan hadir pada hari kedua hingga akhir penutupan kegiatan SKPP di Kota Dumai menyampaikan bahwa kegiatan SKPP ini mewujudkan terbentuknya kesadaran bahwa pentingnya demokrasi dalam masyarakat. Keterlibatan masyarakat begitu penting dalam proses demokrasi karena pihak penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu membutuhkan pihak lainnya, baik itu dari pemerintah daerah, keamanan, dan pihak lainnya agar Pemilu berjalan lancar. Fritz juga berharap kader alumni SKPP ini tetap menjalin komunikasi dengan baik setelah acara ini dan menjadi penegak demokrasi Indonesia. Kamis (24/9/21).
Koordiv PHL Bawaslu Riau menuturkan “SKPP yang diselenggarakan di tahun 2021 ini merupakan tahun keempat. Pertama kali kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2018 dengan melibatkan 5 provinsi di pulau Jawa. Di tahun 2019 SKPP dilaksanakan di 15 Provinsi, dan di Tahun 2020 SKPP dilaksanakan di seluruh Indonesia dalam bentuk daring seiring datangnya wabah pandemic Covid-19. Khusus di Riau, SKPP tahun 2020 lalu sukses digelar, bahkan ada peserta SKPP terbaik yang diikutkan pada SKPP di tingkat nasional,†kata Neil Antariksa.
Neil juga menyampaikan bahwa materi yang akan disampaikan pada SKPP terakhir ini masih sama dengan materi yang disampaikan di SKPP sebelumnya seperti perihal kepemiluan, penyelenggaraan Pemilu, partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan hal-hal berkaitan lainnya. Pemateri juga tidak hanya dari pihak Bawaslu namun terdapat juga pemateri eksternal seperti dosen perguruan tinggi, LSM, pemantau Pemilu dan pihak lainnya. Neil juga menambahkan bahwa para peserta yang mengikuti SKPP adalah gabungan seluruh organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, perwakilan organisasi mahasiswa, baik di internal maupun eksternal kampus. Bahkan pesertanya juga melibatkan seluruh komponen pemuda dan masyarakat, termasuk adanya keterwakilan perempuan dan disabilitas sebagaimana diamanahkan dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
“Setelah ini akan ada SKPP Tingkat Menengah yang dilaksanakan nantinya di Kota Pekanbaru. Dari tujuh Kabupaten/Kota yang menjadi peserta SKPP Tingkat Dasar tahun 2021 ini, setiap daerahnya nanti akan dipilih 5 orang peserta terbaik dan kemudian diikutkan pada kegiatan SKPP Tingkat Menengah. Setelah itu, akan dipilih lagi 5 peserta terbaik dan akan diikutkan pada SKPP Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Jakarta,†imbuh Neil Antariksa.
Saat Pembukaan SKPP di Kota Dumai, Anggota Bawaslu Riau Amirudin Sijaya dalam sambutannya menyebutkan, SKPP yang dilaksanakan ini merupakan program unggulan Bawaslu RI yang didukung penuh oleh pemerintah (Bapenas), sehingga dalam kondisi apapun program ini diupayakan agar tetap terlaksana secara maksimal karena program ini sangat baik untuk mengedukasi masyarakat tentang kepemiluan dan penyelenggaan Pemilu.
“Kita sadar bahwa keterbatasan dana, tenaga, waktu maupun SDM, namun SKPP perlu dilaksanakan untuk menularkan pengawasan kepada masyarakat. Diharapkan setelah kegiatan ini diikuti, peserta memiliki pengetahuan tentang kepemiluan/Pemilihan, yakni bagaimana bisa mendorong dan mendongkrak kualitas demokrasi kita,†tegas Amirudin Sijaya.
Sebelumnya, Anggota Bawaslu Riau Gema Wahyu Adinata berpendapat bahwa demokrasi bangsa Indonesia dari waktu ke waktu memang masih banyak yang perlu dikoreksi terutama yang berkaitan dengan kualitas penyelenggaraan dan pengawasan yang dilakukan lembaga pengawas Pemilu.
Sementara itu Walikota Dumai yang diwakili Asisten III Administrasi Umum, Muhammad Syafii dalam sambutan singkatnya menyatakan, bahwa pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan yang mendorong partisipatif masyarakat dalam demokrasi seperti Sekolah Kader Pengawas Patisipatif ini.
Selain diramaikan oleh para peserta SKPP, pembukaan SKPP ditandai dengan pemukulan gong oleh Neil Antariksa, dan penyematan tanda peserta, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur Forkompinda Kota Dumai, Ketua, Anggota, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Dumai dan Bawaslu Kabupaten Bengkalis, serta Staf Ahli Bawaslu RI.
Penulis : Rahma Salsabila/Alfian.
Editor : Novi Sulastri