Lompat ke isi utama

Berita

Hadiri Pelantikan HMI MPO Pekanbaru, Ketua Bawaslu Riau: Pemilu Bukan Sekadar Menang atau Kalah

foto

Ketua Bawaslu Riau Hadiri Pelantikan HMI MPO Pekanbaru

Pekanbaru — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, Alnofrizal, mengingatkan generasi muda agar tidak memandang pemilu semata-mata sebagai ajang menang atau kalah. Menurutnya, pemilu merupakan instrumen penting dalam demokrasi yang menjunjung tinggi prinsip kejujuran, keadilan, dan kesetaraan, serta harus bebas dari praktik kecurangan.

Pesan tersebut disampaikan Alnofrizal saat menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Pekanbaru pada Sabtu (6/6/2026) malam di Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Alnofrizal menegaskan bahwa pemilu tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir berupa kemenangan atau kekalahan peserta pemilu, melainkan juga menjadi sarana evaluasi terhadap jalannya pemerintahan serta mekanisme koreksi dalam sistem demokrasi.

“Pemilu sering kali dipersepsikan hanya sebagai kontestasi untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Padahal, esensi pemilu jauh lebih besar dari itu. Pemilu merupakan ruang evaluasi terhadap pemerintahan, sekaligus mekanisme koreksi yang disediakan oleh sistem demokrasi agar kedaulatan rakyat tetap terjaga,” ujar Alnofrizal.

Ia menjelaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari hasil pemilu, tetapi juga dari proses yang berlangsung sebelum, saat, dan setelah pemungutan suara. Oleh karena itu, penyelenggaraan pemilu harus menjamin prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Sebagai lembaga yang memiliki tugas melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan terhadap pelanggaran serta sengketa proses pemilu, Bawaslu terus berupaya memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan prinsip demokrasi.

“Tugas Bawaslu bukan hanya mengawasi tahapan pemilu, tetapi juga memastikan seluruh proses demokrasi berjalan dengan berintegritas. Demokrasi yang berkualitas lahir dari proses yang transparan, akuntabel, dan mendapat partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.

Alnofrizal juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam meningkatkan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat mendorong tumbuhnya kesadaran politik masyarakat.

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Melalui pemahaman yang baik tentang demokrasi dan kepemiluan, mahasiswa dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas,” ungkapnya.

Ia berharap organisasi kemahasiswaan, termasuk HMI MPO, dapat berkontribusi dalam memperkuat kesadaran demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong terciptanya pemilu yang berintegritas.

Menurut Alnofrizal, kemajuan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Kolaborasi antara penyelenggara, peserta pemilu, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan demokrasi yang semakin matang dan berkualitas.

“Menjaga integritas pemilu adalah tanggung jawab bersama. Semakin tinggi partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi, semakin kuat pula fondasi demokrasi kita ke depan,” tutupnya.

Penulis : Huda

Editor : Aryan

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle