Hadiri Workshop Dewan Pers Alnofrizal : Hargai Perbedan dan Junjung Tinggi Toleransi
|
Bawaslu Riau, Pekanbaru - Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal menjadi Pembicara pada Workshop Peliputan Pemilu Provinsi Riau yang diadakan oleh Dewan Pers dengan topik "Hormati Perbedaan Pilihan, Jaga Persaudaraan". Giat yang dilakukan Dewan Pers dalam rangka menginisiasi para jurnalis agar peliputan Pemilu tidak hanya saat seremonial saja melainkan juga substansi Pemilu, Selasa (05/09/2023) di Hotel The Premiere Pekanbaru.
Berdasarkan pengalaman Pemilu sebelumnya ruang publik dipenuhi dengan berita atau informasi yang berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegera. Hoaks, berita palsu, ujaran kebencian dan informasi yang diskriminatif banyak ditemui. Oleh karena itu, Di era digital saat ini informasi dengan cepat menyebar, pers sangat memiliki peran penting menjadi garda terdepan dalam menjaga toleransi dalam menghadapi perbedaan. Pers juga diharapkan bisa menggerakan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan membangun demokrasi yang berkualitas dan bermartabat.
Alnof menjelaskan 151 hari lagi kita akan mencoblos, masyarakat tahu Pemilu akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024, namun proses tahapan Pemilu sudah dimulai beberapa bulan lalu. Sebuah masa yg begitu banyak dinamika, perlu diketahui oleh teman-teman pers dari proses tahapan Pemilu untuk Provinsi Riau sampai saat ini Alhamdulillah berjalan baik.
"Perbedaan tidak bisa ditolak namun perbedaan itu mesti di jahit, diikat, dirajut supaya perbedaan tidak menjadi musibah. Nilai-nilai pengikat tersebut adalah konstitusi, etika dan toleransi. Apalagi Indonesia memiliki beragam suku bangsa dan ras yang berbeda serta latar belakang dan kehidupan sehari hari serta agama yg berbeda pula. Hal ini tidak bisa di pungkiri perbedaan pasti ada, tapi bagaimana cara masyarakat dan pihak yang memiliki wewenang memberikan informasi atau berita dengan jujur bersih tanpa ada politisasi sara didalamnya", ungkap Ketua Bawaslu Riau.
Lanjutnya, silahkan berbeda pilihan, berbeda pendapat tapi jangan sampai menghina, karena menghina bisa terjerat hukum pidana. Marilah kita semua mengharagai perbedaan dan memegang nilai-nilai toleransi.
Terakhir, Alnof menyampaikan "kami dari Bawaslu Provinsi Riau berterimakasih dan meminta bantuan kepada teman-teman wartawan untuk mari bersama kita wujudkan demokrasi di negeri ini dengan berita dan informasi yang sehat. Kekuatan kontrol berita atau redaksional dibutuhkan sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang baik. Semoga kawan-kawan dapat menggerakan pengawasan partisipatif pada masyarakat dalam mensuksekan Pemilu 2024" tutupnya.
Penulis : Fitri
Editor : Lastri