Lompat ke isi utama

Berita

Matangkan Persiapan P2P 2026, Bawaslu Riau Gelar Rapat Koordinasi Virtual Bersama Jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota

foto

Amiruddin Sijaya, bersama peserta Rapat Koordinasi Virtual Jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se Provinsi Riau

Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar rapat koordinasi secara daring bersama Bawaslu kabupaten/kota, Selasa (28/4/2026). Rapat ini difokuskan pada finalisasi persiapan teknis Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 yang akan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota.

Rapat dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Riau, H. Amiruddin Sijaya. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa P2P bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya strategis untuk melahirkan pengawas partisipatif di tengah masyarakat.

“Kita ingin P2P tahun ini menghasilkan kader pengawas yang substansial, bukan sekadar seremonial. Kerja sama antara pimpinan dan sekretariat di Bawaslu kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini,” tegasnya.

Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi Riau, Tarmizi, turut memberikan paparan terkait aspek administrasi dan teknis. Ia mengingatkan jajaran Bawaslu kabupaten/kota untuk segera menyelesaikan proses rekrutmen peserta, narasumber, fasilitator, serta penetapan jadwal pelaksanaan sebelum 30 April 2026.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Bulan Mei hingga Desember 2026 secara luring. Kami mengimbau jajaran Bawaslu kabupaten/kota agar segera menginput data yang diminta oleh Bawaslu RI melalui tautan yang telah disediakan,” ujarnya.

Rapat berlangsung interaktif dan dihadiri oleh Koordinator Divisi P2H serta staf P2H Bawaslu kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Dalam sesi diskusi, peserta memaparkan pemetaan calon peserta serta potensi kendala yang mungkin dihadapi. Hal ini dilakukan agar Bawaslu Provinsi dapat memberikan arahan sebelum pelaksanaan P2P.

Melalui rapat ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu kabupaten/kota memiliki kesamaan persepsi terkait kurikulum, metode pendidikan, serta target luaran program P2P 2026 sebagaimana tercantum dalam Modul Pendidikan Pengawas Partisipatif yakni “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Dengan persiapan yang matang, Bawaslu Riau optimis dapat meningkatkan indeks partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan di masa mendatang.

Penulis: Hakim
Editor: Aryan

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle