Pengawasan Partisipatif melalui Pendekatan Budaya, Bawaslu Riau Gelar Pentas Budaya
|
Pekanbaru,11 Agustus 2024 – Setelah sukses menggelar acara “Bawaslu On Car Free Day†dipagi hari, Bawaslu Provinsi Riau melanjutkan rangkaian kegiatan dengan Pentas Budaya Pengawasan Pemilu Partisipatif yang meriah dilapangan Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru pada sore hari, pukul 14.00 WIB.
Acara Pentas Budaya Pengawasan Pemilu Partsipatif ini buka secara resmi dibuka dengan kata sambutan dari ketua Bawaslu Provinsi Riau, Alnofrizal. dalam sambutannya, Alnofrizal menyampaikan apresiasinnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini dengan mengaskan komitmen Bawaslu untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya partisipasi aktif dalam pemilihan". Kegiatan ini adalah sebuah bentuk bagi kita untuk mengajak masyarakat melalui pendekatan budaya, kita harap dengan jalur budaya ini masyarakat bisa lebih dekat kepada kita bisa lebih tau kepada Bawaslu sehingga ikatan kita dengan masyarakat makin kuat", ujar Alnofrizal.
Selain itu, acara ini juga diwarnai dengan tema berpakaian melayu dan ritual kapur sirih yang disampaikan oleh Amiruddin Sijaya Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyakat Bawaslu Riau, yang menambah nuansa kearifan lokal dan kekayaan budaya dalam perayaan tersebut. Ritual kapur sirih merupakan simbol tradisi melayu yang melambangkan penyambutan dan keharmonisan.
Bawaslu juga memberikan penghargaan kepada pihak Lembaga yang ikut dalam partisipasi pengawasan Pemilu dan Pilkada yaitu kepada LAM Riau, FKUB Riau, Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Lancang Kuning, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Negeri, , Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Netfid Indonesia, Lentera Study Pemuda Indonesia (LSPI), Lembaga Kajian Sosial Politik Kontemporer (LKSPK), Media Pemantau Suara Rakyat (MPSR).
Turut hadir Kepala biro fasilitasi pengawasan Bawaslu Republik Indonesia Drs. Asmin Safari Lubis, MH.,M.Ak, Koordinator SDMO dan Diklat Bawaslu Riau Patminah Nularna, Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Nanang Wartono yang secara bergantian memberikan penghargaan.
Untuk diketahui, Pentas Budaya ini menampilkan berbagai pertunjukan seni tardisional seperti drama musikal Pemilu, tarian kreasi melayu dan musik band lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan Budaya Riau kepada masyarakat luas serta memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban dalam pemilihan.
Dengan suksesnya acara ini, Bawaslu Provinsi Riau berharap dapat lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam proses demokrasi. kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat digunakan sebagai alat edukasi yang efektif.
Penulis : Ayu
Editor: Huda