Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi Substansial, Bawaslu Riau Dorong Kolaborasi Pengawasan Pemilu

foto

Pekanbaru – Upaya memperkuat kualitas demokrasi terus dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau melalui pendekatan kolaboratif bersama masyarakat dan pemangku kepentingan. Langkah ini dinilai penting agar pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga melibatkan partisipasi publik secara luas.

Sebagai lembaga pengawas Pemilu, Bawaslu memiliki tugas utama melakukan pencegahan pelanggaran dan sengketa proses Pemilu. Upaya tersebut dilakukan melalui identifikasi dan pemetaan potensi kerawanan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan.

Sejalan dengan visi Bawaslu untuk memperkokoh demokrasi substansial melalui pengawasan yang berintegritas, penguatan kemitraan dengan masyarakat sipil menjadi salah satu fokus utama. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan Pemilu yang partisipatif, jujur, dan adil.

Anggota Bawaslu Riau selaku Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Indra Khalid Nasution, menegaskan bahwa penguatan demokrasi perlu dilakukan secara bersama-sama.

“Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan masyarakat sipil dan pemangku kepentingan untuk memahami berbagai dinamika di lapangan, termasuk potensi kerawanan dalam setiap tahapan Pemilu,” ujarnya.

Menurutnya, identifikasi dan pemetaan isu-isu aktual menjadi langkah awal yang penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tantangan demokrasi. Dari hasil tersebut, Bawaslu dapat merumuskan strategi pengawasan, pencegahan, hingga penindakan yang lebih tepat sasaran.

Berbagai isu yang menjadi perhatian antara lain politik uang, penyebaran hoaks atau disinformasi, serta netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Selain itu, penggunaan fasilitas negara, tempat ibadah, dan lembaga pendidikan untuk kepentingan politik juga menjadi fokus pengawasan.

Bawaslu juga mencermati isu lain, seperti potensi konflik berbasis SARA, gejala oligarki, efektivitas penegakan hukum Pemilu, hingga persoalan perselisihan hasil Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah.

“Melalui pemetaan yang komprehensif, langkah pencegahan pelanggaran dan sengketa dapat dilakukan secara lebih terukur. Tujuannya agar pemilu berjalan berintegritas dan mendapat kepercayaan publik,” tambah Indra.

Melalui pendekatan yang lebih terbuka dan kolaboratif, masyarakat akan semakin aktif terlibat dalam pengawasan Pemilu. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga semakin kuat secara substansial.

Dengan komitmen pengawasan yang berkelanjutan serta dukungan seluruh elemen bangsa, Bawaslu Riau meyakini bahwa Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas bukan sekadar harapan, melainkan keniscayaan dalam memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.

 

Penulis : Aryan
Editor : Huda

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle