Lompat ke isi utama

Berita

Pimpinan Bawaslu Provinsi Riau Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Pimpinan Bawaslu Provinsi Riau Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bawaslu Riau,  Pekanbaru – Pimpinan Bawaslu  Provinsi Riau bersama Kepala Sekretariat, Kepala Bagian, dan seluruh pegawai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Aula Bawaslu Provinsi Riau secara virtual yang dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti, Jum’at (1/10/2021).

Sejak pukul 08.00 WIB, para pimpinan, pejabat, dan pegawai di lingkungan Bawaslu Provinsi Riau berdiri di hadapan layar dengan seksama mengikuti jalannya upacara.

Upacara diawali dengan mengheningkan cipta yang  dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Kemudian pembacaan teks Pancasila oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mattaliti, lalu pembacaan pembukaan UUD 1945 oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Untuk pembacaan dan penandatanganan naskah ikrar dilakukan oleh Ketua DPR Puan Maharani. Adapun poin penting dalam naskah tersebut yakni: Bangsa Indonesia membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terakhir, pembacaan doa yang dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menjadi penutup rangkaian cara.

Upacara juga dihadiri secara langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden dan Ibu Wury Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Nampak hadir secara virtual  para menteri, pimpinan lembaga negara/instansi pusat,  keluarga pahlawan revolusi, kepala daerah/forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) serta kepala lembaga.

Untuk diketahui, penetapan Hari Kesaktian Pancasila berawal dari Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat nomor 977/9/1966, tertanggal 17 September 1966.

Tujuh hari setelah itu, tepatnya tanggal 24 September 1966, Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian memberikan usul agar Hari Kesaktian Pancasila diperingati oleh seluruh jajaran angkatan bersenjata tidak hanya Angkatan Darat saja.

Hari Kesaktian Pancasila ini berkaitan erat dengan Gerakan 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Gerakan ini dikenal oleh rakyat Indonesia, G30SPKI. Dalam gerakan tersebut sebanyak 7 perwira Angkatan Darat disergap dan eksekusi dalam satu malam.

Ketujuh perwira tersebut yakni: Ahmad Yani, Soeprapto, M.T. Haryono, Siswondo Parman, D.I Panjaitan, Sutoyo Siswodihardjo, dan ajudan Jenderal A.H. Nasution yakni Pierre Tendean. Sedangkan 2 perwira lainnya, Katamso dan Soegiyono ditangkap dan dieksekusi di Yogyakarta.

Ketujuh perwira tersebut dieksekusi dan dimasukkan dalam satu lubang yang dikenal sebagai lubang buaya.

Penulis: Alfian

Editor: Hamidi

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle