Anggota Bawaslu Riau Periode 2017-2022 Resmi Dilantik
|
Bawaslu Provinsi Riau, Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Abhan melantik 72 anggota Bawaslu Provinsi, Rabu pagi, 20 September 2017 di Crown Hotel, Jakarta.
Anggota Bawaslu Provinsi yang baru saja dilantik, berasal dari 25 Provinsi di Indonesia, salah satunya dari Provinsi Riau, yaitu Rusidi Rusdan, Neil Antariksa, dan Gema Wahyu Adinata. Mereka bertiga akan memimpin lembaga Bawaslu Riau untuk periode 2017-2022.
Ketua Bawaslu RI, Abhan pada kata sambutan pelantikan, berpesan agar anggota Bawaslu Provinsi dan jajarannya menyiapkan diri menghadapi tantangan yang menghadang
“Tantangan Pemilu kedepan tentu tidak ringan, tidak saja bagi Bawaslu, tapi juga bagi semua pihak,†tutur Abhan.
Tantangan pertama, kata Abhan penyelenggaraan Pemilu atau Pemilihan Gubernur, Bupati atau Walikota pada putaran ke 3 akan diselengarakan pada 2018. Tantangan berikutnya penyelenggaran Pemilu sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017, merupakan Pemilu DPR, DPD, dan DPRD yang penyelenggaraanya secara berbarengan atau serentak dengan penyelenggaran Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.
“Penyelenggaran yang bersamaan ini, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak, mulai dari partai politik yang akan menjadi peserta Pemilu, pasangan calon yang akan menjadi peserta Pemilu presiden dan wakil presiden, karena akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu dan jajarannya, maupun KPU dan jajarannya.â€
Menurutnya, tantangan ini menjadi penting, bagi Bawaslu untuk melakukan persiapan-persiapan yang intensif, baik melalui serangkaian konsolidasi maupun koordinasi dengan para pihak untuk keberhasilan Pemilu kedepan.
“Bawaslu dan jajarannya harus betul-betul siap menyambut tantangan tersebut,â€
Abhan juga menyoroti tantangan Bawaslu dari sisi pemilih, atas masih maraknya Politik uang pada setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan. Menurutnya, Bawaslu perlu  memperkuat kesadaran masyarakat untuk bisa dan menolak politik uang, karena politik uang dapat merusak integritas Pemilu di Indonesia.
Sebelumnya, pada Selasa malam, 19 September 2017, di lokasi yang sama, Bawaslu menggelar acara Malam Ramah Tamah dengan anggota Bawaslu Provinsi periode 2012-2017 dan calon terpilih Bawaslu Provinsi periode 2017-2022.
Pada kesempatan itu, untuk Provinsi Riau dihadiri Ketua Bawaslu Riau, Edy Syarifuddin, Kepala Sekretariat, Anderson bersama dua orang staf yang bertugas meliput kegiatan serta perwakilan tim seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi, Mexasasai Indra Nuri.

Launching Logo Bawaslu yang Baru
Bawaslu meluncurkan (launching) Logo yang baru usai melantik anggota Bawaslu Provinsi, pada Rabu malam, 20 September 2017 di lokasi yang sama, Crowne Hotel, Jakarta.
Ketua Bawaslu, Abhan terlihat mengenakan pakaian adat dari Jawa Tengah, dengan penutup kepala khas Jawa Tengah, Blangkon, dan juga seluruh anggota Bawaslu Provinsi yang baru saja dilantik, juga mengenakan pakaian adat dari masing-masing daerah.
Suasana kebhinekaan menyelimuti seisi ruangan, keanekaragaman budaya tidak menyurutkan semangat para pengawas Pemilu yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.
Pada kesempatan itu, dihadirkan pemenang lomba desain logo Bawaslu, Aditya Wardani yang mendapatkan hadiah Rp.20 juta diserahkan langsung secara simbolis oleh Sekjen Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro yang kemudian dilanjutkan dengan peresmian logo oleh Ketua Bawaslu, Abhan ditandai dengan dibunyikannya sirene.
Saat penyerahan hadiah, Aditya ditanyai juga apa filosofi dari logo itu, dia tidak menyangka, bisa menjadi pemenang lomba logo, meskipun sebelumnya dia juga pernah menjuarai berbagai lomba logo di beberapa event yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten/Kota, namun baru kali ini dia bisa menjadi juara lomba logo.
Setelah penyerahan hadiah lomba logo, Bawaslu juga menggaungkan semangat Pengawas Pemilu, dengan pemutaran video yang menampilkan semangat baru Pengawas Pemilu dalam menegakkan demokrasi di Indonesia.
Mulai dari salam khas Bawaslu, dengan penyebutan “Sahabat Bawaslu†kepada semua jajaran pengawas dan juga kepada masyarakat, kemudian tag line Bawaslu, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu†hingga kebiasaan berfoto yang diperbarui, dengan kepalan tangan menujukkan semangat memajukan pengawasan Pemilu.
Pada kesempatan ini, Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin memaparkan penjelasan logo Bawaslu yang baru. Logo baru Bawaslu menyimbolkan semangat Bawaslu dalam menggalang partisipasi masyarakat untuk mengawasi Pemilu dan semangat penegakan keadilan Pemilu.
Logo Bawaslu yang baru merupakan visualisasi kombinasi gambar kotak suara, dua tangan dengan gestur melindungi, dan anak panah mengarah ke atas, sedangkan kotak suara berarti penyelenggaraan pemilu.
Satu lagi, kejutan di acara peluncuran logo Bawaslu yang baru, yaitu “Mars Bawasluâ€, saat ini Bawaslu sudah memiliki lagu “Mars Bawaslu†yang diciptakan sendiri oleh Sekjen Bawaslu, Gunawan Suswantoro. Saat itu dinyanyikan kelompok paduan suara.
Kegiatan launching logo, diakhiri dengan sesi foto bersama yang merupakan kegiatan unik dan pertama kalinya, Bawaslu menggelar foto bersama dengan mengenakan pakaian adat dari masing-masing daerah.
Humas Bawaslu Riau.