Bawaslu Riau Ajak Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Kota Pekanbaru Menjadi Masyarakat Cerdas dan Partisipatif
|
Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Pekanbaru di Aula Kantor Bawaslu Kota Pekanbaru, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Riau, Amiruddin Sijaya, Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Riau, Rizki Kurniawan, serta Ketua, Anggota, dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Pekanbaru.
Pelaksanaan P2P berlangsung dengan antusias. Sebanyak 40 peserta dari berbagai latar belakang hadir mengikuti kegiatan, mulai dari organisasi masyarakat, mahasiswa, penyandang disabilitas, aktivis, hingga unsur masyarakat lainnya. Kehadiran peserta dari berbagai elemen tersebut menjadi wujud semangat kolaborasi dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program nasional yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Bawaslu. Menurutnya, program ini menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian khusus dari Komisi II DPR RI karena berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan proses demokrasi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Riau, Amiruddin Sijaya, yang juga bertindak sebagai narasumber, menekankan pentingnya peserta P2P untuk mampu menjalankan fungsi dan peran pengawasan partisipatif secara nyata di lingkungan masing-masing.
“Peserta yang hadir sebanyak 40 orang ini diharapkan dapat berfungsi dan bergerak. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan kita, yaitu Berfungsi dan Bergerak. Tema ini menjadi filosofi sekaligus harapan dari pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif,” ujar Amiruddin.
Amiruddin menjelaskan bahwa peserta yang berasal dari berbagai latar belakang memiliki potensi besar untuk menjadi agen pengawasan partisipatif. Menurutnya, jaringan yang dimiliki oleh setiap peserta merupakan modal penting dalam menyebarluaskan informasi dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
“Yang bisa berfungsi dan bergerak adalah mereka yang memiliki jaringan. Dengan jaringan tersebut, bapak, ibu, dan adik-adik peserta dapat menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta menjalankan fungsi sebagai pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amiruddin juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan secara maksimal meskipun dilaksanakan dalam waktu yang terbatas.
“Teman-teman manfaatkan kesempatan satu hari ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Di tengah efisiensi anggaran dan keterbatasan waktu, kita harus mampu memaksimalkan pelatihan ini agar memberikan manfaat yang optimal,” ujarnya.
Selain itu, Amiruddin berharap jajaran Bawaslu Kota Pekanbaru dapat memberikan materi dan pengalaman terbaik kepada peserta. Menurutnya, semakin banyak ilmu yang dibagikan, maka semakin kuat pula kapasitas pengawasan yang dapat dibangun bersama masyarakat.
Menutup penyampaiannya, Amiruddin menegaskan bahwa meskipun kegiatan P2P hanya berlangsung selama satu hari, para peserta diharapkan mampu menjadi masyarakat yang cerdas, kritis, dan partisipatif dalam mengawal demokrasi.
“Kami memahami bahwa satu hari tentu tidak cukup untuk membahas seluruh aspek pengawasan pemilu. Namun, semangat untuk belajar dan berpartisipasi tidak boleh berhenti sampai di sini. Mari bersama-sama menjadi masyarakat yang cerdas dan partisipatif demi mewujudkan pemilu yang berkualitas dan negara Indonesia yang demokratis,” tutup Amiruddin.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 ini, Bawaslu berharap lahir semakin banyak mitra pengawasan dari berbagai kalangan masyarakat yang mampu berkontribusi aktif dalam menjaga integritas, kualitas, dan demokratisasi pemilu di masa mendatang.
Penulis: Lastri
Editor: Sulaiman