Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Riau Luncurkan Video Pembelajaran "Arsitektur Pemilu 2029," Ajak Masyarakat Bedah Isu Besar Pemilu 2029

foto

Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Riau

Pekanbaru – Bawaslu Riau terus memperkuat kapasitas internal dan publik sebagai bagian dari penguatan demokrasi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Video Pembelajaran dengan judul "Arsitektur Pemilu 2029: Suara Rakyat, Pencalonan Presiden, dan Kursi Parlemen – Merancang Keadilan Elektoral Indonesia", Kamis (03/09/2026). 

 

Video tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan peningkatan kapasitas bagi jajaran pengawas Pemilu, pegiat Pemilu, mahasiswa, organisasi masyarakat, pengajar dan akademisi di perguruan tinggi.

 

Video pembelajaran berdurasi kurang lebih 20 menit tersebut memuat materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai desain sistem Pemilu pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan implikasi penghapusan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden serta kebutuhan perumusan ulang ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029 dan Pemilu berikutnya.

 

“Melalui Video Pembelajaran Arsitektur Pemilu 2029 yang kita luncurkan ini, kami mengajak Anda membedah satu isu besar yang akan menentukan wajah demokrasi kita lima tahun ke depan,” ujar Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal.

 

Video Pembelajaran Arsitektur Pemilu 2029 tersebut menghadirkan lima Pimpinan Bawaslu Riau sebagai narasumber. 

 

Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal memaparkan materi tentang Desain Pemilu Sebelumnya. Dalam materinya, ia mengulas bagaimana sistem Pemilu yang selama ini berjalan sebelum diguncang dua putusan MK.

 

Selanjutnya, Anggota Bawaslu Riau Amiruddin Sijaya membawakan materi Bedah Putusan Mahkamah Konstitusi. Ia menjelaskan implikasi hukum dari putusan MK, khususnya terkait penghapusan presidential threshold dan dampaknya terhadap penyelenggaraan Pemilu.

 

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Anggota Bawaslu Riau Patminah Nularna dengan topik Identifikasi Masalah dan Analisis. Ia menguraikan berbagai persoalan krusial dalam arsitektur Pemilu saat ini yang perlu menjadi perhatian bersama.

 

Materi keempat dibawakan oleh Anggota Bawaslu Riau Indra Khalid Nasution mengenai Desain Baru Pemilu 2029 Versi Bawaslu. Dalam sesi ini dipaparkan alternatif desain sistem Pemilu yang diusulkan Bawaslu, disertai praktik baik pengawasan yang dijalankan Bawaslu Riau pada Pemilu 2024. 

 

Sesi terakhir ditutup oleh Anggota Bawaslu Riau Nanang Wartono yang membahas Implikasi Pengawasan oleh Bawaslu ke depan. Di akhir penyampaian materinya, Nanang menyebut bahwa hingga saat ini revisi Undang Undang Pemilu masih bergulir di Komisi II DPR RI dan ditargetkan disahkan akhir 2026. Karena itu, sejumlah angka dan opsi dalam pembahasan ini masih dapat berubah dan perlu terus dimutakhirkan. 

 

Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal mengatakan, video pembelajaran ini merupakan bagian dari Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2. 

 

"Kami sengaja meluncurkan video ini secara terbuka agar masyarakat bisa menonton, memahami, dan memberikan masukan. Kritik, saran, dan gagasan dari masyarakat sangat kami butuhkan untuk merancang Pemilu yang lebih adil dan konstitusional," kata Alnofrizal.

 

Masyarakat dapat mengakses video pembelajaran tersebut melalui kanal YouTube dan media sosial Bawaslu Riau.

 

Tonton videonya di sini: https://youtu.be/uWQ6vle5H80?si=0O2s4JS8g0hQ26S6

Penulis : Hamidi

Editor : Lastri

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle