Bawaslu Riau: Kontribusi Nyata Memperkuat Demokrasi Melalui Debat yang Cerdas dan Bermartabat.
|
Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau melakukan kunjungan ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau dalam rangka menyosialisasikan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Edisi VI Tahun 2026 sebagai upaya mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam memperkuat demokrasi melalui pemahaman terhadap penegakan hukum pemilu, pada Jum'at (10/07/2026)
Kehadiran rombongan Bawaslu Provinsi Riau disambut langsung oleh Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, M.S., S.E., M.Si., Ak., CA, Wakil Rektor II Dr. Alex Wenda, S.T., M.Eng., Wakil Rektor III Dr. Harris Simaremare, M.T., serta Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Dr. H. Maghfirah, M.A.
Dalam kegiatan tersebut hadir jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Riau, yakni Ketua Bawaslu Provinsi Riau Alnofrizal, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Nanang Wartono, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO) Patminah Nularna, beserta jajaran staf Bawaslu Provinsi Riau.
Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal, memperkenalkan program Bawaslu RI berupa Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Edisi VI Tahun 2026 sekaligus mengajak seluruh civitas akademika UIN Suska Riau untuk turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap hukum pemilu, kewenangan Bawaslu, serta pentingnya pengawasan partisipatif. Dengan kemampuan berpikir kritis dan argumentasi yang kuat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap integritas demokrasi. Harapan kami seluruh civitas akademika UIN Suska Riau dapat ikut berpartisipasi," ujar Alnofrizal.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Riau, Nanang Wartono, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan bentuk investasi Bawaslu dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.
"Melalui kegiatan ini, harapan besar Bawaslu dititipkan kepada generasi muda Indonesia, khususnya civitas akademika. Tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi juga menjadi aktor yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan insan-insan yang menjunjung tinggi nilai integritas, berani menyuarakan kebenaran, serta siap menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas," ujar Nanang.
Sementara itu, Koordinator Divisi SDMO Bawaslu Provinsi Riau, Patminah Nularna, menilai bahwa kompetisi debat ini memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar perlombaan.
"Dari sisi fungsi, kompetisi debat ini menjadi sarana edukasi publik yang efektif sekaligus ruang pengembangan intelektual. Lebih dari itu, kegiatan ini juga berperan sebagai wadah awal dalam menjaring calon-calon pengawas partisipatif di masa depan. Bawaslu menyadari bahwa pengawasan pemilu tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi luas, termasuk dari kalangan muda yang memiliki energi, idealisme, dan keberanian untuk bersuara," tambah Patminah.
Selanjutnya pihak UIN Sultan Syarif Kasim Riau menyatakan dukungannya terhadap program Bawaslu Republik Indonesia dan berkomitmen mendorong partisipasi mahasiswa dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Tahun 2026. Pihak kampus berharap pemahaman mahasiswa mengenai penegakan hukum pemilu tidak hanya berhenti pada tataran teori di ruang perkuliahan, tetapi juga dapat diimplementasikan melalui adu gagasan dan argumentasi ilmiah di panggung nasional.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia tersebut terbuka bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Melalui ajang ini, setiap tim akan beradu gagasan, argumentasi, dan menawarkan solusi konstruktif terhadap berbagai isu kepemiluan dalam suasana yang sehat, sportif, dan ilmiah.
Lebih dari sekadar perlombaan, Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu menjadi ruang intelektual yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkontribusi secara nyata dalam memperkuat kualitas demokrasi. Melalui forum ini, mahasiswa diajak tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga terlibat aktif dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
Kompetisi tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pengawasan pemilu yang semakin kompleks. Selain menjadi ajang adu argumentasi, kegiatan ini bertujuan mewadahi potensi akademik mahasiswa dalam memahami, mengkaji, serta menawarkan perspektif baru mengenai isu-isu penegakan hukum pemilu. Di tengah dinamika demokrasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan gagasan-gagasan segar, inovatif, dan solutif.
Dalam perspektif pengawasan pemilu, berbagai gagasan yang lahir melalui forum debat ini diharapkan dapat memperkaya cara pandang Bawaslu dalam menjalankan fungsi pencegahan, pengawasan, hingga penindakan pelanggaran pemilu. Setiap argumentasi yang disampaikan peserta tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat sistem demokrasi yang lebih transparan, berkeadilan, dan berintegritas.
Melalui sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi, diharapkan kompetisi ini mampu melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap demokrasi dan penegakan hukum pemilu. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
Karena pada akhirnya, demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui sistem yang baik, tetapi juga melalui kualitas gagasan serta keberanian generasi muda dalam menyampaikan pemikiran yang konstruktif. Satu argumentasi yang kuat dapat menjadi fondasi bagi demokrasi yang semakin kokoh.
Penulis : Azmi
Editor : Huda