Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Riau Perkuat Sinergi dengan UMRI, Sosialisasikan Kompetisi Debat dan Program Bawaslu Mengajar

umri

Pekanbaru, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau - Bawaslu Provinsi Riau terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi demokrasi, kepemiluan, dan penegakan hukum pemilu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi sekaligus sosialisasi Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Rabu (7/7/2026).

Rombongan Bawaslu Provinsi Riau dipimpin oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Nanang Wartono didampingi Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Indra Khalid Nasution, Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru Ferdy, Anggota Bawaslu Kota Pekanbaru Raja Inal Dalimunthe dan Reni Purba, serta jajaran staf Sekretariat Bawaslu Provinsi Riau dan Bawaslu Kota Pekanbaru.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Riau Wahyi Busro, Kepala Biro Kemahasiswaan Reki Hervandi, Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan Fahmi Salsabila, Kepala Kantor Humas, Keprotokolan dan Hukum M. Anwar Siregar, beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Wahyi Busro mengucapkan selamat datang kepada rombongan Bawaslu Provinsi Riau dan Bawaslu Kota Pekanbaru. Ia mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk kepedulian Bawaslu dalam membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi.

"Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Riau. Terima kasih kepada Bawaslu Provinsi Riau dan Bawaslu Kota Pekanbaru atas kunjungannya. Kami merasa terhormat dapat menerima kehadiran Bapak dan Ibu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi. Semoga silaturahmi ini membawa manfaat, mempererat kerja sama, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam meningkatkan wawasan kepemiluan di kalangan mahasiswa," ujar Wahyi Busro.

Selanjutnya, Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan, Fahmi Salsabila, memperkenalkan jajaran pimpinan yang hadir. Kesempatan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Nanang Wartono yang memperkenalkan seluruh tim Bawaslu Provinsi Riau dan Bawaslu Kota Pekanbaru.

Nanang menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menyosialisasikan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia.

Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat argumentasi akademik, serta memperdalam pemahaman mengenai hukum kepemiluan dan demokrasi.

"Kami mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau untuk ikut berpartisipasi dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026. Pendaftaran dan seleksi administrasi dilaksanakan pada 15 sampai dengan 24 Juli 2026. Seluruh proses kompetisi tidak dipungut biaya karena peserta akan difasilitasi oleh Bawaslu Republik Indonesia. Setelah pertemuan ini, kami juga akan menyerahkan petunjuk teknis sebagai pedoman bagi mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi," jelas Nanang.

Pada kesempatan yang sama, Indra juga menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi muda yang kritis, objektif, dan berintegritas dalam mengawal demokrasi.

"Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis. Melalui kompetisi ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan akademik yang mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan sistem penegakan hukum pemilu di Indonesia. Kami mengajak mahasiswa UMRI untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang belajar sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional," tambah Indra.

Selain menyosialisasikan kompetisi debat, Indra juga memperkenalkan program Bawaslu Mengajar sebagai salah satu bentuk kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi. Menurutnya, melalui program tersebut Bawaslu siap menghadirkan narasumber untuk berbagi pengetahuan mengenai kepemiluan, pengawasan partisipatif, penegakan hukum pemilu, hingga pengenalan kelembagaan Bawaslu kepada mahasiswa.

"Apabila Universitas Muhammadiyah Riau berkenan memberikan ruang, kami siap menghadirkan tim Bawaslu melalui program Bawaslu Mengajar. Kami ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa mengenai kepemiluan, demokrasi, serta peran Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, Bawaslu Provinsi Riau menyerahkan dokumen Petunjuk Teknis Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI kepada pihak Universitas Muhammadiyah Riau sebagai pedoman pelaksanaan seleksi peserta.

Bawaslu Provinsi Riau berharap mahasiswa dapat mempelajari petunjuk teknis tersebut secara saksama. Apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, peserta dipersilakan berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Riau maupun Bawaslu Kota Pekanbaru agar memperoleh informasi yang lengkap terkait mekanisme kompetisi.

 

Penulis : Asiah
Editor : Ode

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle