Lompat ke isi utama

Berita

Ciptakan Duta Pengawas Pemilu, Bawaslu Riau Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMA/Sederajat Se-Provinsi Riau

Ciptakan Duta Pengawas Pemilu, Bawaslu Riau Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMA/Sederajat Se-Provinsi Riau

Bawaslu Provins Riau, Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dalam Bentuk Cerdas Cermat Bagi Siswa SMA/Sederajat, Kamis, 9 November 2017 di Hotel Ayola Pekanbaru, Jalan H.R. Soebrantas Panam nomor 98, Kota Pekanbaru.

Kegiatan sosialiasi berlangsung hari ini, sedangkan lomba cerdas cermat berlangsung pada Jumat, 10 November 2017 mulai pukul 08.00 WIB s.d Selesai. Sosialisasi dalam bentuk kegiatan cerdas cermat, merupakan kegiatan yang baru di Bawaslu Riau, sebelumnya Sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah, kali ini dilakukan dengan cara yang cukup unik, yaitu lomba cerdas cermat bagi siswa SMA/sederajat se-Provinsi Riau.

Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu (TP3) mengatakan, kegiatan sosialisasi dalam bentuk lomba cerdas cermat, bertujuan untuk membangun kesadaran para pemilih pemula.

“Dengan lomba cerdas ceramat, Bawaslu Riau mencoba memberikan pemahaman kepada siswa, juga menambah wawasan kepemiluan, sehingga mempunyai kesadaran dan termotivasi untuk berperan aktif mengawasi Pemilu,” ujar Kasubbag. TP3 pada saat menyampaikan laporan panitia.

Target kegiatan ini, menurut Nur Asni untuk menciptakan Duta Pengawas Pemilu di setiap Kabupaten/Kota sebagai perpanjangan tangan Pengawas Pemilu di daerah.

Nur Asni melaporkan, Peserta kegiatn berjumlah 120 orang, yang terdiri dari Siswa dan Guru Pendamping, serta beberapa staf sekretariat Bawaslu Riau.

Usai pembacaan laporan panitia, Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan dan membuka kegiatan ini secara resmi.

Pada kesempatan ini, Ketua Bawaslu Riau memperkenalkan anggota Bawaslu Riau, Neil Antariksa dan Gema Wahyu Adinata. Mereka bertiga diangkat oleh Bawaslu RI di Jakarta. Rusidi juga memperkenalkan Kepala Sekretariat Anderson. Selanjutnya, Diperkenalkan Kasubbag. Administrasi, Nasril dan Kasubbag. TP3, Nur Asni, mereka berdua langsung menyapa hangat seluruh peserta di ruang pertemuan, "Assalamulaikum...," katanya kepada seluruh peserta.

Rusidi mengungkapkan rasa bahagianya saat memberikan kata sambutan, karena kegiatan cerdas cermat ini, mengingatkan dirinya sewaktu masih Sekolah Dasar (SD) saat mengikuti lomba cerdas cemat di Kota Pekanbaru, dan menjadi kali pertama dirinya datang ke Kota Pekanbaru yang merupakan Ibukota Provinsi Riau.

“Saya berbahagia bisa bertemu dengan Bapak/Ibu pembinbing dan adik-adik sekalian, ini merupakan program yang baru, dan sangat strategis, dan langsung fokus kepada siswa sebagai penerus cita-cita luhur para pendiri bangsa yang akan menjadi generasi penerus,” ujarnya.

Rusidi bercerita, sewaktu kecil, dirinya pernah mengalami seperti apa yang sedang dialami para siswa peserta lomba cerdas cermat, “Dulu saya juga pernah menjadi peserta lomba cerdas cermat, dulu waktu SD, ini mengingatkan saya tahun 1988, saya menginjakkan kaki ke Pekanbaru, karena ada lomba cerdas cermat, ini adalah pengalaman berharga,” kenang dia.

“Sewaktu dulu, pertama ke Pekanbaru yang ada dilihat cuman jembatan lekton, tahun 88, kelas 5 SD, saya disiarkan langsung oleh radio RRI,” ujar Rusidi disambut tepuk tangan meriah seisi ruangan.

Rusidi mengingat perjuangannya menuju Kota Pekanbaru, dia bersekolah di perbatasan Riau dengan Sumut, “Sudahlah Tambusai, paling barat lagi, Kecamatan di Rokan Hulu. Dulu, untuk sampai ke Pekanbaru, empat hari empat malam, naik sibual-buali (angkutan bus),” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting, karena sekarang ini menjadi pengawas pemilu, disamping mendapatkan pengalaman, akan menjadi sebuah catatan tersendiri (sejarah perjalanan demokrasi Indonesia), dan Rusidi mengharapkan, para siswa menjadi penerus pengawas Pemilu maupun di penyelenggara Pemilu.

“Saya dulu hobi pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila), saya ingat guru saya, Drs. Ashari, pernah di dikte 100 soal, dibekali kertas selembar kertas folio, dan kita tinggal menjawab, dengan jawaban essai, dari 100 soal, mampu menjawab 99 soal, dan hanya salah satu. Saya ingat, dan rangking pertama khusus pelajaran PMP, ini mampu mengantarkan menjadi anggota Bawaslu Provinis,” ujar Rusidi.

“Waktu itu, sudah menanyakan ke guru, apa itu golput. Waktu itu, tidak boleh suksesi, di zaman orde baru kehidupan kebanggsaan diatur begitu ketat, dan pejabat dari militer, TNI dan Polri.”

Rusidi menaruh harapan besar kepada para sisiwa agar mau menjadi penerus penyelenggara Pemilu di masa depan. “Penyelenggara Pemilu hari ini adalah lembaga yang mempunyai, tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun,” jelas dia.

"Maka, sudah boleh (para siswa) bercita-cita menjadi penyelenggara Pemilu saat ini, baik di KPU maupun Bawaslu, jadi sudah boleh, termasuk juga dengan Guru Pendamping, sudah boleh menanamkan kepada siswa untuk bercita-cita menjadi penyelangggara Pemilu," ujarnya penuh harap.

Menurut Rusidi, Pemilu wajib ada, syarat utama negara demokrasi. Pemilu yang dilaksanakan setidaknya ada 3 kali pemilu, pertama Pemilu Presiden, Pemilu anggota DPR, DPR dan DPRD, yang kedua pemilihan Gubernur 2018, selanjutnya pemilihan Bupati/Walikota.

“Menjadi penyelenggara Pemilu hari ini, sudah sangat dihargai oleh negara, oleh pemerintah, maka boleh bercita-cita menjadi anggota Bawaslu di semua tingkatan,” ujarnya memotivasi para siswa.

“Mari ikuti kegiatan dengan baik dan serius, mudah-mudahan untuk kedepan bisa menjadi penyelenggara Pemilu, bukan hanya Bawaslu juga KPU, maka melalui acara ini, adik-adik akan mengetahui penyelenggara pemilu.”

Terakhir, Rusidi berpesan kepada pembimbing siswa, bahwa target kegiatan ini bukanlah seremonial belaka, “yang terpenting pembimbing bisa menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dan demokrasi berjalan dengan baik, terpilih pemimpin berintegrias, terlepas dari money politik dan pelanggaran lainnya.” Ujarnya.

“Kita berusaha untuk merubah, menyelamatkan bangsa melalui proses Pemilu yang baik dan berintegritas,” pungkas dia.

Penulis: Hendro Susanto

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle