Dihadapan Siswa SMAN 4 dan SMAN 19 Pekanbaru, Bawaslu Riau Edukasi Makna Kepemiluan dan Demokrasi
|
Pekanbaru, Bawaslu Riau - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar kegiatan Sosialisasi Kelembagaan dan Kepemiluan kepada para siswa di SMAN 4 dan SMAN 19 Pekanbaru, pada Jumat (11/07). Kegiatan ini menyasar pemilih pemula atau pemilih usia muda (formula) sebagai upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini.
Sosialisasi berlangsung serentak mulai pukul 08.00 WIB di kedua sekolah. Pada pelaksanaan sosialisasi di SMAN 4 Pekanbaru, kegiatan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Riau Amiruddin Sijaya selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Parmas, beserta staf pendamping.
Dalam materinya, Amiruddin menekankan pentingnya pemahaman tentang demokrasi serta peran strategis pemilih pemula dalam menjaga kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah. Menurutnya, demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.
“Demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika setiap elemen masyarakat memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara,†ujar Amiruddin di hadapan para siswa.
Ia menambahkan, Pemilu yang berkualitas memerlukan aturan yang jelas, peserta yang taat, penyelenggara yang berintegritas, serta media yang independen. Dalam kesempatan tersebut, Amiruddin juga memaparkan syarat-syarat menjadi pemilih sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yaitu:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Berusia minimal 17 tahun atau sudah/pernah menikah
- Terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), atau Daftar Pemilih Khusus (DPK)
- Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap
- Memiliki KTP elektronik atau telah melakukan perekaman data e-KTP
Amiruddin juga menjelaskan siapa saja yang termasuk sebagai peserta Pemilu dan Pilkada, serta menekankan peran vital pemilih dalam menentukan arah pemerintahan.
“Semakin tinggi partisipasi pemilih, maka semakin kuat legitimasi pemerintahan hasil pemilu tersebut,†tegas Amiruddin.
Ia pun mengingatkan pentingnya menolak praktik politik uang (money politic) yang dapat merusak tatanan demokrasi. Pemilih pemula, ujarnya, harus cerdas dan berani menolak segala bentuk politik transaksional.
Di akhir sesi, Amiruddin menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah, Guru, dan seluruh pihak SMAN 4 Pekanbaru atas kerja sama dan dukungan terhadap kegiatan edukasi kepemiluan ini.
Sementara itu, di lokasi berbeda, di SMAN 19 Pekanbaru, sosialisasi dilakukan oleh Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi Riau Rizki Kurniawan, didampingi oleh Tim Teknis Bawaslu Provinsi Riau.
Rizki menjelaskan tentang makna Pemilu dan Pilkada serta tugas-tugas penyelenggara pemilu. Ia menilai pentingnya edukasi langsung kepada siswa agar lebih memahami proses demokrasi di Indonesia.
“Masih banyak siswa yang belum memahami apa itu Pemilu, maka penting bagi kami hadir langsung untuk memberikan edukasi kepemiluan sejak dini,†ujar Rizki.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pihak sekolah serta antusiasme para siswa dalam mengikuti kegiatan ini.
“Semoga kegiatan hari ini dapat memberikan wawasan dan menjadi awal tumbuhnya kesadaran politik yang sehat di kalangan pemilih muda,†tutup Rizki.
Penulis : Nur Asiah
Editor : Hasanul