Mahasiswa FH UIR Ceritakan Perjuangan Tembus 16 Besar pada Debat Nasional Penegakan Hukum Pemilu
|
PEKANBARU – Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (FH UIR), Intan Fadillah, Kayla Rizal Salsabila, dan Lilis Tryohana Pasaribu, berbagi pengalaman mengikuti Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026 dalam Podcast Bawaslu Provinsi Riau, Kamis (8/10/2026).
Kompetisi debat yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tersebut diikuti perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Tim FH UIR berhasil menembus babak 16 besar nasional setelah melewati tahapan penyisihan.
Kepada Laode Muhammad Aulia selaku Host podcast, ketiganya menceritakan bagaimana proses yang dilalui selama mengikuti kompetisi, mulai dari persiapan, latihan, hingga menghadapi tim dari berbagai perguruan tinggi. Pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami isu hukum kepemiluan, menyusun argumentasi, dan menyampaikan pendapat secara sistematis.
Pada babak penyisihan, tim FH UIR berhasil mengalahkan Universitas Diponegoro (UNDIP) dan IAIN Parepare. Perjalanan mereka kemudian terhenti setelah menghadapi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Meski belum berhasil melaju ke babak berikutnya, Intan, Kayla, dan Lilis tetap bangga atas pencapaian tersebut. Mereka menilai pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional menjadi bekal untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.
Persiapan menghadapi kompetisi menjadi tantangan tersendiri bagi ketiganya. Selain menjalani perkuliahan, mereka harus membagi waktu untuk mengikuti latihan dan mempelajari berbagai isu yang berkaitan dengan penegakan hukum Pemilu.
Menurut mereka, proses tersebut membutuhkan kedisiplinan, konsistensi, dan tekad yang kuat. Latihan dilakukan untuk memperdalam materi, membangun argumentasi, serta meningkatkan kemampuan dalam merespons pertanyaan dan argumentasi lawan.
Atas pencapaian tersebut, Intan, Kayla, dan Lilis menyampaikan terima kasih kepada mentor, dosen, Fakultas Hukum UIR, serta civitas akademika UIR yang telah memberikan dukungan dan motivasi selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.
Mereka juga mengapresiasi Bawaslu Provinsi Riau yang telah memberikan pandangan dan wawasan mengenai berbagai isu hukum kepemiluan. Masukan tersebut menjadi salah satu bekal dalam mempersiapkan materi dan menghadapi kompetisi.
Bagi ketiganya, keberhasilan menembus 16 besar bukanlah akhir dari perjalanan. Capaian tersebut justru menjadi pengalaman sekaligus batu loncatan untuk mengikuti kompetisi berikutnya.
“Lolos 16 besar bukan berarti sebuah pencapaian yang memuaskan, tetapi menjadi batu loncatan untuk kompetisi selanjutnya,” demikian semangat yang mereka sampaikan.
Intan, Kayla, dan Lilis menyatakan siap kembali berkontestasi di tingkat nasional apabila memperoleh kesempatan. Pengalaman dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Melalui Podcast Bawaslu Riau, pengalaman ketiga mahasiswa FH UIR tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, serta meningkatkan pemahaman terhadap isu kepemiluan.
Kehadiran mahasiswa dalam ruang diskusi kepemiluan juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu Provinsi Riau memperkuat literasi demokrasi generasi muda melalui pemanfaatan media digital sebagai ruang komunikasi dan edukasi.
Penulis : Dandi
Editor : Huda