Selalu Terkenang, Lima Tahun Bersama Pak Edy, Bu Fitri dan Pak Rusidi :Kami Bangga!!
|
Bawaslu Provinsi Riau, Pekanbaru – Hari ini, suasana terlihat lengang di kantor sekretariat Bawaslu Riau. Usai apel pagi dan mengawali perkerjaan dengan doa bersama yang dipimpin Kepala Sekretariat, Anderson seluruh personel Bawaslu Riau kembali ke ruangan masing-masing untuk menyelesaikan tugasnya.
Setiap pagi, biasanya terdengar suara menggelegar Ketua Bawaslu Riau, Edy Syarifuddin yang bersemangat untuk bersegera menuntaskan semua pekerjaan, namun pagi ini, Senin, 18 September 2017 belum terdengar suara berat berwibawa yang selalu mengingatkan semua personel Bawaslu Riau untuk bersegera menyelesaikan tugasnya masing-masing.
Sebelum pukul 08.00 WIB, biasanya anggota Bawaslu Riau, Fitri Heriyanti sudah terlihat di kantor, jarang sekali terlihat Ibu Fitri terlambat. Namun, dari pagi, hingga siang menjelang tidak terlihat langkah kakinya yang cepat sama seperti caranya menuntaskan setiap persoalan pengawasan yang menghadang. Tidak bisa menunggu sampai besok, kalau hari ini bisa diselesaikan, Ibu Fitri selalu bersegera menuntaskan pekerjaannya.
Mobil dinas silver, anggota Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan pun tidak terlihat. Biasanya sudah terparkir di halaman kantor sekretariat, namun hari ini belum juga terlihat. Kemana gerangan semua Pimpinan Bawaslu Riau periode 2012-2017.
“Kita semua berkumpul, di ruang serbaguna, mau ada pertemuan,†kata salah seorang staf sekretariat Bawaslu Riau menyampaikan undangan secara lisan akan ada pertemuan dengan Pimpinan Bawaslu Riau.
Beberapa menit kemudian, seluruh personel Bawaslu Riau sudah berkumpul, Kepala sekretariat, para Kasubbag. dan seluruh staf sudah berada di ruangan. Suasana pun berubah sedikit riuh, saat Ketua Bawaslu Riau hadir ditengah-tengah forum rapat.
Kepala Sekretariat membuka forum, mengucapkan rasa syukur atas kesempatan dapat bertemu dalam forum rapat, dan tiba-tiba hadir Pak Rusidi ditengah-tengah forum, berjalan cepat menuju meja depan, duduk bersama Ketua, dan Kepala Sekretariat.
Hari ini, jelang akhir masa tugas anggota Bawaslu Riau Periode 2012-2017, sekretariat Bawaslu Riau mengadakan pertemuan kecil untuk menjalin silaturahim, mempererat tali persaudaraan di lingkungan sekretariat Bawaslu Riau.
Pak Edy menyampaikan permohonan maaf, atas sikapnya selama memimpin lembaga Bawaslu Riau, dan mengatakan sikapnya dan perkataan yang menyakitkan terhadap yang melukai setiap personel Bawaslu Riau agar dimaafkan, karena semua itu dilakukan hanya untuk menjaga agar kelembagaan terus berjalan, dan tidak goyah menghadapi terpaan persoalan.
Selang sebentar, tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan terdengar ucapan salam, “Assalamualaikum.. semuanya,†ujar Ibu Fitri dengan senyumnya yang jarang tertinggal saat memasuki ruangan menyapa semua yang hadir di forum ini.
Lengkaplah sudah, seluruh personel Bawaslu Riau. Pimpinan, Kasek, Kasubbag. dan semua staf dapat hadir di forum ini. Ibu Fitri menceritakan pengalaman spiritualnya selama menjalankan tugas sebagai anggota Bawaslu Riau, dia mengatakan, apa yang telah dilaksanakan selama ini, banyak pelajaran yang bisa dipetik, dan kebersamaan di Bawaslu mampu mendewasakan semuannya.
Pak Rusidi pun berkesempatan untuk menyampaikan kesan mendalamnya selama bertugas di Bawaslu Riau, dia salut dengan dua rekannya. “Pak Edy adalah Bapak Integritas, saya banyak belajar dari beliau, sedangkan Ibu Fitri adalah seorang idealis sejati, saya bangga kepada mereka berdua,†ungkapnya dengan penuh keharuan dan rasa bangga yang mendalam, hingga tanpa disadari air mata terus menetes.
Pak Rusidi menceritakan pengalamannya selama menjalankan tugas, dari mulai beratnya memulai mendudukan kantor sekretariat Bawaslu Riau, hingga perjalanan pengawasan dari Pemilu ke Pemilu menyisakan momen yang terukir di hati dan tak mungkin terlupakan, berjibaku dengan segala persoalan menghadang, dihadapi bersama-sama, hingga akhirnya mampu menuntaskan tugasnya selama lima tahun bersama-sama pula.
Disambung dengan pengalaman Pak Anderson, yang mengakui tidak mudah mengawali langkah untuk mendirikan lembaga Bawaslu Riau di permulaan. Perlu keteguhan dan keyakinan kuat dengan terus berikhtiar dan mengawali setiap pekerjaan di Bawaslu Riau dengan terus berdoa kepada Allah SWT.
Lantas, Kasubbag. Administrasi, Nasril mewakili seluruh staf sekretariat juga menyampaikan permohonan maaf, apabila selama memberikan fasilitas kepada pimpinan kurang memuaskan, dan semua permintaan maaf dari Pimpinan, sudah termaafkan sebelum dimintakan oleh semua pimpinan.
Suasana seisi ruangan begitu terasa mengharukan, namun setelah itu, staf sekretariat, Nurhuda Syah, Novi Sulastri dan Siti Aisyah mampu mencairkan suasana dengan menyampaikan beberapa pantun, dan tepuk tangan meriah menyambut pantun yang baru saja dibacakan. Ditambah lagi, lagu persembahan dari seluruh staf untuk pimpinan tercinta, susana kekeluargaan semakin terasa di Bawaslu Riau siang itu.
Di akhir pertemuan, Kepala sekretariat memberikan cinderamata kepada pimpinan, dan dilanjutkan dengan saling memaafkan atas kekhilafan selama lima tahun bersama pimpinan menjalankan tugas negara mengawasi jalannya Pemilu di bumi melayu Lancang Kuning.
Kami seluruh personel sekretariat Bawaslu Riau Bangga kepada Pak Edy, Bu Fitri dan Pak Rusidi yang telah memberikan banyak sekali pengalaman dan ilmu pengawasan Pemilu untuk tegaknya demokrasi di Provinsi Riau.
Penulis: Hendro Susanto